BLANTERORBITv102

    Kenali Berbagai Jenis Tanaman, Kelompok I Mpok Nori PMM Inbound Uhamka Berkeliling Hutan Kota Sangga Buana

    Sabtu, 04 Mei 2024

      


    Penadigital.id
    - Kelompok I Mpok Nori Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch IV Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan Modul Nusantara di Hutan Kota Sangga Buana Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

     

    Kegiatan dihadiri oleh Gilang Kumari Putra selaku Dosen Modul Nusantara, Rusydi Afdillah Fajri sebagai Liaison Officer (LO), Rusli selaku salah satu pendiri Hutan Kota Sangga Buana, Rangga selaku Narasumber di Hutan Kota Sangga Buana, Mustapa selaku pengrajin bambu di hutan Kota Sangga Buana, Ario sebagai Narasumber di tempat pengolahan sampah hutan kota Sangga Buana, dan Aria selaku pemandu jalan di Hutan Kota Sangga Buana, beserta 26 mahasiswa PMM Batch IV

     

    Gilang Kumari Putra selaku Dosen Modul Nusantara menuturkan, kegiatan Modul Nusantara di Hutan Kota Sangga Buana merupakan suatu kegiatan yang sudah dirancang oleh dosen Modul Nusantara dalam kerangka Modul Nusantara guna meningkatkan nilai-nilai inspirasi dalam diri mahasiswa PMM IV Uhamka.

     

    "Teman-teman, di sini kita akan mempelajari banyak hal tentang hutan Kota Sangga Buana, saya harap teman-teman dapat terinspirasi dengan kegiatan kita hari ini, " tutur Gilang.

     

    Disisi lain, Rangga selaku narasumber juga menjelaskan bahwa di Hutan Kota Sangga Buana juga terdapat beberapa tanaman herbal dan tanaman langka.

     

    "Di sini kami memiliki berbagai jenis tanaman, seperti tanaman herbal dan tanaman langka juga ada seperti kecapi dan matoa," ujar Rangga.

     

    Selanjutnya, Ario selaku narasumber di tempat pembuatan sampah hutan kota Sangga Buana juga memaparkan bahwa pengolahan sampah menggunakan waster sehingga tidak perlu menggunakan bahan bakar apapun, dan ini merupakan hasil dari riset tugas akhir ia ketika kuliah.

     

    "Waster itu teknologi untuk membakar sampah, tetapi tidak memakai bahan bakar apapun. Umumnya kan memakai bahan bakar fosil, solar, dan gas. Ini kita tidak memakai apapun tapi kita mengumpulkan suhu panas dari sampah. Nah ini riset akhir saya waktu selesai dari kampus dan sekarang alhamdulillah bisa berguna," pungkas Ario.


    Author

    admin adp