BLANTERORBITv102

    ULAMA DAN SINONIMNYA DALAM AL QUR’AN

    Selasa, 23 Agustus 2022

     


    Oleh Dr. Ahmad Fihri, MA

    Dosen FEB & FAI UHAMKA

    ahmadfihri@uhamka.ac.id


    Ulama memiliki status yang sangat urgen dan posisi strategis dalam Islam. Sehingga pembahasan yang berkaitan dengan ulama tidak luput di bahas dalam al Qur’an, mulai dari suku katanya, sinonimnya sampai pada karakteristiknya.Di dalam kitab al-Mu’jam al-Mufahras Li al-Fa al-Quran karya Muhammad Fuad Abdul Baqi menyebutkan kata ulama hanya terdapat dua kali, yaitu dalam Q.S Fāir Ayat 28 dan Q.S as-Sy‟uāra ayat 197.

    Pertama, disebutkan dalam surat ir ayat 28 dengan kata al -Ulama’ yang diawali alif lam. الْعُلَمَاءُ :

    وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

    “Dan diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang binatang ternak ada yang bermacam macam warnanya dan jenisnya.Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya adalah hanyalah Ulama, Sesungguhnya Allah itu maha perkasa lagi maha pengampun”.

    Kedua, Disebutkan dalam Surat as-Sy‟uāra ayat 197 dengan kata Ulama tanpa alif lam عُلَمَاءُ tetapi disandarkan ke bani israil.

    أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

    Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwapara ulama Bani Israil mengetahuinya?”

     

     

    Dua ayat yang menyebutkan secara sharīh (jelas) kata ulama diatas, memiliki status gramatikal bahasa arab yang sama yaitu keduanya sebagai Ma’rifat (yang diketahui atau sudah khusus maknanya). Pada ayat yang pertama dikatakan sebagai bagian dari ma’rifat karena kata ulama tersebut diawali dengan alīf lām. Sedangkan pada ayat yang kedua kata ulama tersebut di idhafahkan kepada kata setelahnya yaitu Banī Isrāīl. Dimana keduanya termasuk sebab yang mengakibatkan sebuah kalimat yang nakirah (yang belum diketahui atau umum maknanya) menjadi ma’rifah. Hal ini mengindikasikan bahwa agama ini memilki pandangan khusus tentang hakikat ulama.

    Sedang dalam berbagai bentuknya, kata Ulama sesuai akar kata dalam Bahasa arabnya disebutkan beberapa kata. Sebut saja kata ‘alīma ini disebut 863 kali di dalam al-Qur‟an. masing-masing dalam bentuk fi`il madi (kata kerja) yang telah dilakukan) 69 kali, fiil muari (kata kerja yang akan atau sedang dilakukan) 338 kali, fiil amr (kata kerja perintah) 27 kali, dan selebihnya dalam bentuk isim (nama) dalam berbagai bentuknya 429 kali. Dengan demikian, secara leksial (makna kata) alim adalah bentuk isim mubalagah dari „ālim, berarti orang yang memiliki pengetahuan tentang zat (hakikat) sesuatu, baik yang bersifat teoritis (teori) ataupun yang bersifat praktis (pelaksanaan), atau orang-orang yang memilki kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai masalah dengan sebaik-baiknya, bentuk jama(banyak) dari kata „ālim adalah ulama.

    Begitujuga ada beberapa ayat al-Qur‟an yang menjelaskan tentang ulama walaupun dalam ayat-ayat tersebut tidak langsung menyebutkan kata ulama seperti menggunakan istilah lain yang sama dengan pengertian ulama yaitu ūtū al-ilm, ūlū al-ilm, ar-rāsikhūna al- ilm, ūlū albāb,dan ahli al-fiqh (fuqaha).

    Sinonim Ulama Dalam Al Qur’an

                Sebagai tema yang penting, kata ulama memiliki sinonim tidak sedikit yang disebutkan dalam al-Qur’an. Berikut ini kata-kata yang memiliki makna yang sama dengan ulama dalam al-Quran:

    a. al-’Ālimūn

    Sebagaimana disebutkan dalam surat al-‘Ankabūt ayat: 43.

    وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِۚ وَمَا يَعْقِلُهَآ اِلَّا الْعٰلِمُوْنَ

    “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”.                

     

    1. Ūlū al-Albāb

    Disebutkan di beberapa tempat dalam al-Qur’an, di antaranya adalah dalam surat Ali Imran ayat: 190.

    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan iang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal”

     

    1. Ūlū al-Abshār

    Disebutkan di beberapa tempat dalam al-Qur’an, di antaranya adalah dalam surat Ali Imran ayat: 13.

     

    قَدْ كَانَ لَكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۗفِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۗوَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِه مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ

     

    “Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati”.

           

    1.  Ūlū an-Nuhā

    Sebagaimana disebutkan dalam surat Thāha ayat: 54.

    كُلُوۡا وَارۡعَوۡا اَنۡعَامَكُمۡ‌ ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الـنُّهٰى

     

    “Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal”.

     

    1. Ūlū al-’Ilm

    Disebutkan dalam surat Ali Imran ayat: 18.

     

    شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

    “Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

     

    Semua sinonim kata ulama diatas memiliki inti subtansi yang sama dengan makna ulama itu sendiri, walaupun konteksnya berbeda-beda antara satu ayat dengan ayat yang lainnya.