Penadigital.id - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tidak cukup hanya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan, tetapi juga harus menjaga motivasi mereka hingga menyelesaikan pendidikan. Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan PJJ di SMAN 1 Gorontalo bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Rabu (19/8).Di Gorontalo, SMAN 1 Gorontalo menjadi sekolah induk PJJ dengan SMAN 2 Limboto dan SMAN 1 Gorontalo Utara sebagai sekolah mitra. Fajar berdialog dengan murid, orang tua, dan guru untuk mengetahui pengalaman serta kendala pelaksanaan PJJ yang telah berjalan sekitar satu pekan. Menurutnya, keberhasilan PJJ tidak hanya bergantung pada jaringan internet, tetapi juga motivasi, kedisiplinan, dan pendampingan keluarga.
Fajar menilai PJJ telah memberikan kesempatan bagi sejumlah anak untuk kembali belajar dan mempertahankan cita-cita mereka. Karena itu, ia mendorong adanya pendampingan intensif dari orang tua serta pertemuan tatap muka secara berkala agar hubungan antara murid, guru, dan sekolah tetap terjaga.
“Yang paling penting adik-adik tetap semangat, terus belajar, dan menyelesaikan pendidikan. Semoga cita-cita kalian tercapai,” ujarnya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap program PJJ, terutama dalam menjangkau hampir 3.000 ATS jenjang SMA di wilayah tersebut. Ia menilai diperlukan upaya khusus untuk menemukan ATS sekaligus menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menarik. Fajar menegaskan berbagai masukan dari murid, keluarga, guru, dan pemerintah daerah akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola PJJ agar fleksibilitas tetap berjalan seiring dengan mutu pendidikan.
0 comments