Penadigital.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengimbau satuan pendidikan agar memperkuat pendidikan karakter terkait isu perubahan iklim dengan memperkenalkan budaya green time kepada peserta didik sebagai upaya mengurangi screen time.
“Kita memiliki kepentingan agar anak-anak mulai beralih dari screen time ke green time, dari aktivitas menatap layar menuju pengalaman langsung dengan realitas kehidupan. Hal ini mendorong mereka untuk lebih banyak mengeksplorasi kondisi lingkungan di sekitarnya,” ungkap Menko PMK.
Menurutnya, perubahan iklim membawa disrupsi yang berdampak nyata pada berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan politik, sehingga murid perlu memahami langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya sebagai bekal di masa depan.
“Karena itu, saya berharap ruang-ruang kelas di sekolah juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menghadapi disrupsi selanjutnya, yakni perubahan iklim,” ujarnya.
Menurut Menko PMK, disrupsi tersebut menimbulkan dampak nyata berupa gagal panen yang memicu meningkatnya food waste dan berpengaruh terhadap ketahanan pangan di dalam negeri.
“Karena itu, saya berharap anak-anak dilatih untuk tidak menyisakan makanan. Sebab di Indonesia, food loss dan food waste diperkirakan memboroskan sekitar 30 persen stok pangan kita,” terangnya.
Menko PMK menjelaskan bahwa food loss terjadi ketika hasil panen banyak tercecer atau hilang dalam proses pengolahan dari sawah, sedangkan food waste terjadi saat makanan tidak dihabiskan dan terbuang sia-sia.
“Karena itu, food waste merupakan persoalan serius. Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak menyia-nyiakan makanan,” imbuhnya.
Karena itu, pihaknya menilai dinas pendidikan serta sekolah-sekolah di seluruh daerah berperan penting dalam membekali generasi muda dengan kesehatan fisik, mental, emosional, dan sosial yang memadai untuk menghadapi risiko akibat perubahan iklim.
Menurutnya, sekolah dapat mengurangi waktu screen time murid, yang kadang mencapai 9 jam, dan menggantinya dengan kegiatan yang memungkinkan mereka mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengganti screen time menjadi green time, misalnya melalui aktivitas memilah sampah atau menghabiskan bekal makanan pribadi.
“Dengan demikian, kami mengajak Bapak dan Ibu Kepala Dinas serta Kepala Sekolah untuk berperan sebagai orkestrator dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami ingin semua pihak terlibat, menjadikan sekolah sebagai media pembelajaran untuk mencetak SDM yang tangguh, sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta siap menghadapi disrupsi akibat perubahan iklim,” tutup Menko PMK.
adp

0 comments