BLANTERORBITv102

    Banjir Bandang Lumpuhkan Pendidikan, Siswa Pidie Jaya Belajar di Tengah Krisis

    Kamis, 18 Desember 2025

    Penadigital.id - 
    Kondisi pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih memprihatinkan setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Ribuan pelajar terpaksa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa seragam, sepatu, tas, maupun buku karena seluruh perlengkapan sekolah mereka rusak dan tertimbun lumpur.

    Bencana yang terjadi itu tidak hanya menyebabkan 31 orang meninggal dunia, tetapi juga menghancurkan ribuan rumah warga serta membuat lebih dari 15 ribu orang masih bertahan di lokasi pengungsian. Dampaknya turut dirasakan oleh sektor pendidikan yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

    SMP Negeri 1 Meureudu, salah satu sekolah unggulan di daerah itu, turut mengalami kerusakan cukup parah. Pagar sekolah roboh akibat terjangan banjir, sementara sekitar 60 persen peserta didiknya kehilangan tempat tinggal beserta perlengkapan sekolah. Kondisi tersebut membuat proses belajar berlangsung dengan keterbatasan.

    Seorang siswa korban banjir mengungkapkan bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah agar dapat mengikuti pembelajaran secara layak. Ia menilai bantuan tersebut penting untuk menjaga semangat belajar para siswa di tengah kondisi sulit.

    Namun, hingga lebih dari satu bulan pasca bencana, bantuan konkret dari pemerintah belum juga diterima oleh para siswa. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran yang menetapkan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar sejak 11 Desember 2025. Akibatnya, para siswa lebih banyak mengandalkan bantuan dari sesama pengungsi dan masyarakat sekitar.

    Kepala sekolah SMP Negeri 1 Meureudu, Azizah, menilai lambannya penanganan ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap dunia pendidikan pascabencana. Menurutnya, keterlambatan bantuan berpotensi mengancam masa depan pendidikan anak-anak korban banjir.

    Author

    Admin