BLANTERORBITv102

    Kemendikbudristek Ajak Kolaborasi GNIK Menuju Indonesia Kompeten 2030

    Senin, 16 Oktober 2023


    Penadigital.id
     - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong Kolaborasi Nasional Menuju Indonesia Kompeten 2030 dalam rangka puncak Bonus Demografi 2030. Salah satunya dengan mencetak SDM unggul dari pendidikan vokasi.

     

    Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kiki Yuliati mengatakan pendidikan vokasi dapat turut andil dalam mencapai generasi Indonesia yang kompeten. Maka dengan adanya dorongan dari pendidikan vokasi dapat membawa perubahan pada kemajuan bangsa.

     

    "Masa depan bangsa ini dibentuk melalui pembangunan SDM, sehingga transformasi pada bidang pendidikan menjadi bagian penting," ujar Kiki.

     

    Sementara itu, Kemendikbudristek terus berkomitmen mendorong kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Hal ini dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka, matching fundcompetitive fund, hibah, beasiswa dari industri, serta co-investasi teaching industri di kampus vokasi dan SMK.

     

    Para pemangku kepentingan yang berasal dari Penta-Helix hadir dalam acara tersebut untuk memperbarui dan memperkuat Roadmap dengan mempertimbangkan perkembangan terbaru di berbagai sektor industri, seperti transformasi digital dan berkembang pesatnya Artificial Intelligence (AI).

     

    Kemudian Roadmap yang sudah disusun akan dikirimkan ke berbagai Kementerian dan Lembaga Nasional serta organisasi bertaraf nasional, lalu selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh Pengurus PPIK, maupun Ekosistem Indonesia Kompeten melalui pembentukan Task Force (Gugus Kerja).

     

    Task Force ini berisi anak-anak muda berpotensi yang dipilih dari beberapa perusahaan ternama dan mereka akan bekerja dalam kelompok proyek mulai dari mendefinisikan Roadmap dalam bentuk Project Charter, strategi eksekusi dan jangka waktu serta sumber daya yang diperlukan.

     

    Ketua Advisory Committee GNIK Pusat Achmad S. Ruky mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berpotensi dan berprestasi gemilang.

     

    "Tinggal kita harus rela dan mau berkolaborasi baik pemerintah maupun non pemerintah untuk merancang dan mengeksekusi program intervensi yang efektif dalam mencetak SDM yang terampil sehingga bersedia masuk ke dunia usaha atau dunia industri termasuk sektor digital dengan pemanfaatan AI yang semakin maju dan mendominasi di masa mendatang," kata Ruky.

     

    Ia menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu prioritas utama yang akan dibahas termasuk strategi pembentukan organisasi yang menjadi motor penggerak realisasi Renstra dan masalah Link and Match antara Pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

     

    Selain itu, dibahas juga terkait metode pelatihan online yang efektif dalam mencetak tenaga kerja yang terampil untuk membentuk karakter tenaga kerja yang tahan banting dan memiliki mindset yang ingin terus belajar melalui pelatihan soft skills.

     

    Menurutnya, isu daya saing SDM di berbagai negara mencul dengan terbukanya akses antar negara sehingga GNIK ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas dan kompetensi SDM secara nasional di semua sektor industri, seperti sektor manufaktur, pariwisata, otomotif, industri kreatif, digital, dan lain-lain.

     

    (Khofifah/adp)


    Author

    admin adp