BLANTERORBITv102

    Perlunya Membentuk Karakter Generasi Muda untuk Hindari Kemerosotan Moral pada Institusi Pendidikan

    Senin, 17 Oktober 2022


    Penadigital.id 
    - Maruf Amin selaku Wakil Presiden menghimbau kepada institusi pendidikan untuk membentuk karakter generasi muda agar dapat menghadapi ancaman penurunan moral dan kemerosotan mental seperti saat ini.

     

    Dalam hal ini, yang dapat diteladani adalah menerapkan akhlak Rasulullah SAW sehingga para generasi muda saat ini dapat menjadi SDM unggul yang terus berupaya melakukan perbaikan baik dalam hal keagamaan maupun kemasyarakatan.

     

    "Maka dari itu, kita harus menampilkan dan menyiapkan sumber daya manusia untuk Islah Hasanah, li islahil ummah, diiniyyatan wajtima’iyyatan, sehingga kita semua butuh penerus dan sumber daya manusia yang akan melakukan perubahan yang lebih baik," ujarnya, Minggu, (16/11).

     

    Ia mengatakan bahwa Rasulullah memiliki perilaku dan akhlak yang harus dijadikan teladan bagi seluruh umat manusia.

     

    Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa teladan yang dapat diimplementasikan oleh umat Islam ada dua jenis, yaitu Uswatun Islahiyyah dan Uswatun Insaniyyah.

     

    Oleh karena itu, tuntunan yang utama adalah Uswatun Islahiyyah yaitu perbaikan karena tugas para Nabi adalah melakukan perubahan yang baik.

     

    "Yang disebut islah itulah yang dilakukan oleh para nabi kemudian dilanjutkan para ulama. Jadi, para ulama adalah gerakannya yaitu Harokah Islahiyyah. Selain itu juga, harus dilalukan oleh para pewarisnya yaitu para penerus ilaa yaumil qiyamah (sampai hari kiamat)," tuturnya.

     

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa perbaikan di sini dapat dilakukan baik untuk masalah-masalah keagamaan maupun kemasyarakatan seperti sosial, ekonomi, dan budaya.

     

    "Agar selalu berada di jalur yang benar serta dalam bimbingan dan tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala," tambahnya.

     

    Sementara itu, terkait dengan Uswatun Insaniyyah bermakna memberikan teladan dengan mendahulukan hak-hak manusia, yakni selalu bersikap baik dengan tidak menzholimi serta tidak semena-mena terhadap sesama manusia.

     

    Selain itu, ia mengatakan bahwa menurut Syeikh Nawawi, jika ada kepentingan/hak Allah dan hamba-Nya (manusia) berbenturan, maka yang harus didahulukan adalah hak manusia.

     

    "Maka dari itu, dahulu waktu ada Covid-19 saya sempat berkata untuk tunda berjamaah, tunda tarawih, kenapa? Karena untuk melindungi umat manusia agar terhindar dari berbagai penyakit," tegasnya.


    ADP/SAN


    Author

    admin adp