Penadigital.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menyatakan alokasi revitalisasi satuan pendidikan di Bali meningkat signifikan pada 2026. Jumlah sekolah penerima mencapai 401 satuan pendidikan dengan anggaran Rp272,662 miliar, naik dari 188 sekolah dengan anggaran Rp156,961 miliar pada 2025.Revitalisasi mencakup seluruh kabupaten/kota di Bali dan diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana, berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mengalami kerusakan berat. Sekolah penerima juga akan mendapat tambahan tiga perangkat Interactive Flat Panel (IFP) setelah proses pengadaan selesai.
Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa program revitalisasi akan berfokus ke 22 sekolah di wilayah Badung, dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
"Di Kabupaten Badung, revitalisasi 2026 menyasar 22 sekolah dengan anggaran Rp16,689 miliar, meningkat dari sembilan sekolah pada 2025. Sementara di Kota Denpasar, program tersebut mencakup 26 sekolah dengan anggaran Rp18,891 miliar, naik dari sembilan sekolah dengan anggaran Rp6,139 miliar pada tahun sebelumnya," ucap Prof. Mu'ti
Program revitalisasi dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing sekolah sehingga turut mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Di Bali, jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 2.649 orang pada 2025 menjadi 5.580 orang pada 2026. Di SDN 15 Dangin Puri, salah satu penerima program, bantuan Rp478 juta digunakan untuk pembangunan empat ruang kelas serta penataan halaman dan kamar mandi.
0 comments