Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menegaskan kembali pentingnya penyelenggaraan PAUD yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga menjamin lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi anak.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Masmidah Abdul Mu'ti, mengatakan pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional dapat menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 perlu dimulai dengan mempersiapkan anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, sekaligus mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara optimal.
“Kita perlu memastikan pendidikan menjadi tempat yang membuat anak merasa bahagia, bebas untuk berkembang, sekaligus mampu membangun potensi dan kemandiriannya,” ujar Masmidah.
Lebih lanjut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong pembaruan sistem pendidikan sejak jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. Upaya tersebut mencakup penguatan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran, perlindungan terhadap anak, serta penerapan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan.
Masmidah turut menyampaikan apresiasi kepada BBPMP Jawa Barat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, pendidik, tenaga kependidikan, dan berbagai pihak yang terus mengambil peran dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, sinergi lintas pihak menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
DYL
0 comments