BLANTERORBITv102

Sonata Senja: Rekam Jejak 36 Tahun Prof. Sumiyadi dalam Dialog dengan Sekat-Sekat Waktu

Selasa, 14 Juli 2026
Penadigital.id - Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan penerbit Langgam Pustaka menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja di Auditorium Gedung FPBS UPI, Bandung, Senin (13/7/2026).

 

​Kegiatan ini menghadirkan dua pakar sastra sebagai narasumber utama, yakni Prof. Sumiyadi dari UPI dan Prof. Suminto dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Acara tersebut juga dimeriahkan dengan kehadiran para penggiat sastra, di antaranya Dode Riswandi, Muhammad Mazeinda Albiruni, Cecep Syamsul Hari, serta Hari Heriyadi, dan dihadiri oleh segenap civitas akademika UPI.

 

​Sonata Senja merupakan antologi puisi yang menghimpun karya-karya pilihan Prof. Sumiyadi selama rentang waktu 1990 hingga 2026. Buku ini tidak hanya menjadi medium refleksi perjalanan kepenulisan sang penyair, tetapi juga diniatkan sebagai motivasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk terus berkarya.

 

​Dalam paparannya, Prof. Sumiyadi menegaskan bahwa proses kreatif menulis puisi tidak harus dimulai dengan label sebagai seorang sastrawan. Menurutnya, pengalaman hidup sehari-hari adalah bahan bakar utama dalam menulis.

 

​"Buku antologi ini adalah rekaman proses kreatif saya sejak masa mahasiswa hingga saat ini. Melalui karya ini, saya ingin memotivasi mahasiswa bahwa menulis puisi bukanlah hal sulit, karena setiap proses kehidupan dapat kita tuangkan dalam bentuk karya sastra," ujar Prof. Sumiyadi.

 

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fungsi karya sastra dalam dunia akademik.

"Sebuah karya sastra tidak hanya untuk dibuat dan dinikmati, tetapi juga dapat diteliti. Melalui puisi, kita bisa melakukan eksegesis untuk menggali makna mendalam di balik teks tersebut," tambahnya.

 

​Sementara itu, Prof. Suminto dalam ulasannya menyoroti bahwa Sonata Senja merupakan rekam jejak ekspresi individual sekaligus representasi kehidupan sosial penyairnya. Ia mengibaratkan Sonata Senja sebagai sebuah "dialog penyair dengan sekat-sekat waktu yang membentuk kehidupannya."

 

​Salah satu karya yang dibedah oleh Prof. Suminto adalah puisi berjudul Hijrah Burung yang ditulis Prof. Sumiyadi pada tahun 1990 pada buku tersebut.

 

Menurut Suminto, sebuah puisi harus berpijak pada tiga elemen penting, yakni lokus (tempat/konteks), tipus (tipe/bentuk), dan diskursus (wacana).

 

Ia menjelaskan bahwa wacana yang dibangun dalam puisi tersebut berakar pada pengalaman kemanusiaan penyair, baik secara personal, sosial, empiris, maupun imajinatif.

 

​Menutup sesinya, Prof. Suminto memberikan dorongan kepada peserta lokakarya untuk tidak takut memulai menulis.

 

"Selama kita memiliki bahasa, kita akan selalu mampu menulis karya sastra, karena bahasa adalah instrumen utama dalam setiap proses penciptaan sastra," pungkasnya.


Author

Admin