Penadigital.id - Pemerintah terus mengembangkan program Sekolah Rakyat (SR) mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan
anggaran sebesar Rp6,6 triliun untuk menjalankan program tersebut. Dari total
dana itu, sebesar Rp5,4 triliun dialokasikan untuk renovasi sentra pendidikan,
sementara Rp1,1 triliun digunakan untuk mendukung operasional penyelenggaraan
pendidikan.
Hingga akhir Desember 2025, program Sekolah Rakyat telah
menjangkau 166 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program
ini melibatkan 6.849 guru dan tenaga kependidikan serta melayani 15.895 peserta
didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Melalui Sekolah Rakyat, para siswa memperoleh berbagai
fasilitas penunjang pendidikan, di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan,
pemetaan bakat, penguatan kompetensi akademik dasar, pembinaan kedisiplinan,
sistem asrama, seragam dan perlengkapan sekolah, konsumsi harian, serta
dukungan pembelajaran berbasis digital.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa
kedepannya, pemerintah berencana menambah jumlah Sekolah Rakyat secara bertahap
dengan target pembangunan 100 sekolah baru setiap tahun. Dengan skema tersebut,
pemerintah menargetkan pendirian hingga 500 Sekolah Rakyat yang difokuskan di
wilayah dengan tingkat ekonomi paling lemah, sekaligus menjangkau masyarakat
menengah ke bawah.
“Per 31 Desember 2025, realisasi anggaran program Sekolah
Rakyat mencapai Rp6,6 triliun atau sekitar 85 persen dari pagu. Program ini
bertujuan memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan dengan
fasilitas yang layak dan berkualitas,” ujar Thomas Djiwandono.

0 comments